Kredit Multiguna dan Syarat Pengajuannya



Tidak bisa dipungkiri bahwa perekonomian Indonesia ini bisa tergolong semakin maju ke depan. Hal ini terlihat dari semakin mudahnya masyarakat melakukan kredit pada lembaga keuangan untuk berbagai keperluan, terutama untuk memulai bisnis. Kemudahan tersebut tentunya akan memberikan kesempatan kepada para pengusaha atau calon pengusaha untuk mulai mengembangkan bisnisnya.

Dalam dunia pinjam peminjam, istilah kredit multiguna tentunya sudah tidak asing lagi. Ya, kredit ini sebenarnya adalah sejenis pinjaman dari lembaga keuangan yang mensyaratkan debitur untuk memiliki jaminan atau agunan. Dengan dana pinjaman ini, debitur bisa menggunakannya untuk berbagai macam keperluan sesuai dengan jenis kreditnya. Supaya debitur berhasil mendapatkan ACC dari pihak lembaga keuangan, maka ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon debitur.

Jika dilihat dari nomenclature yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, diketahui bahwa calon debitur bisa mengajukan pinjaman dengan agunan berupa kendaraan bermotor, saham, surat berharga, bangunan, tanah, emas, kapal laut sampai dengan pesawat udara. Dibandingkan dengan KTA atau Kredit Tanpa Agunan, tentu saja jenis kredit ini jauh lebih baik. Dimana calon debitur bisa menyesuaikan antara estimasi jumlah dana yang ingin dipinjam dengan jaminan atau agunan yang diberikan.

Kredit Multiguna


Sebelum mengajukan kredit multiguna, sudah seharusnya calon debitur melakukan simulasi dana yang dibutuhkan terlebih dahulu. Selanjutnya, barulah Anda memilih jaminan atau agunan apa yang sebanding dari segi nilai dengan jumlah pinjaman. Untuk jenis kredit ini, agunan seperti bangunan dan tanah adalah yang paling umum dipilih para debitur. Tapi jika calon debitur hanya membutuhkan dana jutaan, agunan berupa sepeda motor saja sudah lebih dari cukup. Perlu diketahui bahwa tenor pelunasan kredit ini bisa mencapai 5 tahun lebih. Sementara kredit KTA umumnya mematok tenor yang lebih singkat yakni 3 tahun. Menariknya, kredit ini bisa bisa digunakan untuk segala kebutuhan, termasuk yang sifatnya konsumtif. Jadi tak heran jika banyak calon debitur yang menggunakan kredit ini untuk biaya pernikahan, renovasi rumah, modal usaha hingga pengobatan.

Sama seperti jenis kredit lainnya, kredit multiguna juga memiliki syarat utama yang salah satunya adalah jaminan. Meskipun demikian, jaminan saja tidak cukup untuk bisa mendapatkan dana pinjaman. Anda harus memenuhi persyaratan umum yang diajukan oleh lembaga keuangan. Persyaratan umum tersebut diantaranya adalah calon debitur harus berusia minimal 21 tahun. Usia maksimal saat masa pelunasan kredit adalah 60 tahun untuk pengusaha atau kalangan profesional dan 55 tahun bagi pegawai swasta.

Agunan atau jaminan yang diajukan juga harus layak sehingga lembaga keuangan yang bersangkutan menerima pengajuan kredit Anda. Agunan yang diajukan juga harus lengkap dari segi dokumen dan legalitasnya. Kriteria agunan yang disukai oleh kreditur adalah agunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan bisa dengan mudah dijadikan uang. Disamping itu, agunan juga harus legal atau terikat dengan hukum. Misalnya saja bangunan rumah yang legalitasnya memiliki Hak Guna Bangunan atau Sertifikat Hak Milik. Dengan mengikuti persyaratan dan ketentuan yang sudah diberlakukan, maka akan sangat mudah bagi Anda mengajukan kredit.

Riwayat kredit calon debitur juga menjadi pertimbangan pihak lembaga keuangan dalam memberikan penilaian. Karena biasanya, sebelum menyetujui pengajuan kredit calon debitur maka pihak bank akan mengecek lebih lanjut terkait dengan riwayat kredit Anda sebagai calon debitur di Bank Indonesia. Baik buruknya riwayat kredit yang pernah diajukan akan mempengaruhi proses permohonan kredit yang diajukan. Jadi agar kredit multiguna diterima, cobalah Anda cek riwayat kredit di situs resmi bank Indonesia. Jika masih ada tunggakan, segera lunasi. Dan apabila ada kekeliruan, segeralah perbaiki dan urus ke Bank Indonesia. 

Komentar

Postingan Populer