Tahukah Anda? 5 Pemain Ini Pernah Berseragam Persija Jakarta dan Persib Bandung

Bola Nusantara

Rivalitas Persija Jakarta dan Persib Bandung bisa dibilang sudah mencapai titik didih. Pertemuan kedua tim kerap dibalut sisi atmosfer yang kadang mencekam. Namun uniknya kalau dilihat secara seksama, kedua tim ternyata saling membutuhkan satu sama lain. Bola Nusantara mencoba mengulas 5 pemain yang pernah berseragam kedua tim.
 
Dalam dunia sepak bola, jual beli pemain merupakan hal lumrah. Perpindahan satu pemain dari klub yang dibela ke klub lain merupakan sesuatu yang selalu ditunggu saat jendela transfer dibuka.
 
Namun kadang, rivalitas tinggi antarkedua klub membuat proses transfer pemain bisa terkendala. Ambil contoh di Eropa ada klausul transfer aneh Roberto Firmino. 
 
Ya, menurut Football Leaks di dalam klausul Firmino senilai 82 juta ada aturan anti Arsenal. Itu artinya, klub-klub lain boleh membeli Firmino terkecuali Arsenal.
 
Nah jika balik ke rivalitas Persija dan Persib, sepanas-panasnya persaingan kedua tim ternyata klausul aneh seperti Firmino tak pernah ada. Dua tim tampak sangat mesra jika sedang jual dan beli pemain.
Terkait itu, Bola Nusantara pun merangkum 5 pemain yang pernah membela Persija dan Persib:
 
1.    Abanda Herman
Lini belakang Persija pernah sangat kuat pada periode 2006-2010. Itu karena kehadiran Abanda Herman di jantung pertahanan.
 
Dengan tubuh tinggi menjulang, Abanda kerap kali memenangi duel di udara. Tak cuma itu, Abanda juga piawai menghentikan pemain-pemain yang memiliki kecepatan.
Bersama Persija, Abanda mengemas total 76 laga dan mencetak 10 gol. Sayang tak ada trofi bergengsi yang diraihnya bersama Persija.
 
Setelah itu, Abanda melanjutkan karier di Persib. Bersama Maung Bandung dia menghabiskan dua musim pada 2011-2013. Sama seperti Persija, tak ada trofi yang diraih Abanda bersama Pangeran Biru.
 
2. Firman Utina
Ada sosok utama yang membuat Firman Utina berseragam Persija. Sosok itu adalah Benny Dollo. Ya, bukan rahasia lagi kalau Benny Dollo dan Firman Utina merupakan dua sejoli yang kerap berada dalam satu tim.
 
Firman Utina memperkuat Persija pada 2010-2011. Selama semusim berseragam Persija, dia mengemas 16 main dan mencetak tiga gol. Tapi sayang di Ibu Kota, Firman Utina nirgelar.
 
Baca juga: Tony Sucipto: Rivalitas Persija vs Persib Besar Karena Media
 
Pada 2013, Firman Utina memutuskan hijrah ke Persib Bandung dari Sriwijaya FC yang dibelanya pada 2010-2011. Bersama Maung Bandung, karier Firman Utina bisa dibilang mencapai puncak.
 
Dia menjadi bagian ketika Persib menjuarai Liga 1 2014 dan Piala Presiden 2015.
 
3. Maman Abdurrahman
Karier Maman bersama Persib terbilang cukup panjang. Bergabung dari PSIS Semarang pada 2008, Maman terus membela panji Persib hingga 2013. Total 108 pertandingan dan lima gol dia sumbangkan untuk Maung Bandung.
 
Sayangnya, Maman harus hengkang pada tahun 2014 ke Sriwijaya FC. Ketika dia memutuskan pindah, Persib berhasil juara Liga 1 2014 dan Piala Presiden 2015.
 
Dianggap telah habis termakan usia, Maman justru berhasil bergabung dengan Persija pada tahun 2016. Bersama Macan Kemayoran, Maman seperti terlahir kembali.
 
Dia sukses mengisi tempat utama di posisi bek tengah. Tak cuma itu, trofi Liga 1 dan Piala Presiden juga berhasil dia raih pada musim lalu.
 
4. Shahar Ginanjar
Diantara pemain yang sudah disebutkan, Shahar merupakan pemain yang paling beruntung. Saat masih jadi bagian dari Persib, Shahar sukses menjuarai trofi Liga 1 2014.
Lalu ketika memperkuat Persija pada tahun 2018, Shahar kembali sukses merengkuh trofi kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia Liga 1 2018.
 
Kini dia pun akan dihadapkan dengan mantan timnya, Persib. Peluang Shahar untuk main pun terbuka mengingat kiper utama, Andritany Ardhyasa baru saja pulih dari cedera.
 
5. Tony Sucipto
Tony Sucipto menjadi pemain paling unik pada bahasan artikel ini. Bagaimana tidak? Dia sempat memperkuat Persija terus gabung Persib dan kini kembali ke Persija.
 
Tony juga merupakan bagian dari skuat Persib saat menjuarai Liga 1 2014. Hal tersebut yang membuat dirinya sangat identik dengan Persib.
 
Pada awal musim, saat Tony memutuskan gabung Persija, dia langsung mendapat kritik keras dari Jakmania. Namun hal tersebut tak menurunkan mentalnya dan kini Tony Sucipto perlahan mulai dicintai suporter Ibu Kota.

Posting Komentar

1 Komentar